Bukti Kuat Komitmen Bobby Nasution Tekan Covid-19, Medan Punya Dua Isoter

klikmedan.id || Medan.
Wali Kota Medan Bobby Nasution terus berupaya memerangi Covid-19. Salah satunya membatasi mobilitas warga yang terkonfirmasi positif Covid-19  dengan gejala ringan atau tidak bergejala (OTG). Sebab,  OTG ini  dinilai sebagai pemicu utama terjadinya penyebaran virus Corona sehingga terjadinya peningkatan angka kasus Covid-19 di Kota Medan. Upaya yang dilakukan, Pemko Medan kini menyediakan 2 tempat isolasi terpusat (isoter) dengan fasilitas yang sangat mendukung  di eks Hotel Soechi Internasional Jalan Cirebon dan Gedung Gedung Pusat Pengembangan, Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Jalan Setia Budi, Medan Helvetia.

Di kedua tempat isoter tersebut, Bobby Nasution ingin warga yang positif Covid-19  terpisah dari warga yang belum terpapar guna mencegah terjadinya penularan, terutama kepada orang terdekatnya. Kedua tempat isoter  yang disedia kan Pemko Medan ini mendapat apresiasi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Ganip Warsito  saat melakukan peninjauan, beberapa hari lalu. Ganip menilai, selain kamar beserta fasilitasnya cukup bagus, warga yang menjalani isolasi di tempat tersebut juga mendapatkan makanan dan ekstra puding yang cukup baik sehingga diharapkan dapat mempercepat kesembuhan.

Selain kedua tempat isoter tersebut, Bobby Nasution  saat memimpin Rapat Evaluasi Perpanjangan PPKM Level 4 di Kota Medan di Ruang Rapat III, Senin (9/8), juga telah meminta pihak kecamatan agar dapat membuat tempat isolasi di tingkat kecamatan dengan menyediakan satu gedung dengan bekerjasama antar sektoral guna mengurangi mobilitas warga yang OTG. Di samping itu, Pemko Medan juga telah melakukan isolasi lingkungan jika dalam satu lingkungan terdapat lima rumah lebih yang warganya terpapar Covid-19.

Berdasarkan data yang disampaikan Koordinator Sekretariat Posko Satgas Penanganan Covid-19, Arjuna Sembiring di Posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Kota Medan, Gedung Serba Guna Dharma Wanita, Jalan Rotan Medan, Selasa (10/8), hingga kini Pemko Medan telah melakukan isolasi lingkungan sebanyak 23 lingkungan dari 9 Kecamatan di Kota Medan yakni Medan Helvetia, Tuntungan, Tembung, Polonia, Johor, Area, Timur, Denai dan Labuhan.

Kepada warga yang melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumahnya masing-masing menyusukl dilakuannya isolasi lingkungan tersebut, Bobby Nasution menegaskan,  Pemko Medan menanggung makannya selama menjalani isoman sebanyak 3 x 1 hari. Di samping itu juga ditambah dengan pemberian vitamin. Hal itu dilakukan agar warga yang menjalani isoman tidak kerluar rumah dan fokus untuk kesembuhannya.

Kemudian Bobby Nasution juga minta dilakukan penyekatan di 5 kecamatan sebagai penyumbang terbesar kasus Covid-19 di Kota Medan yakni Kecamatan Medan Selayang, Medan Helvetia, Medan Johor, Kecamatan Medan Sunggal dan Medan Tuntungan. Lalu, diikuti  dengan pengetatan penyekatan di 5 pintu masuk Kota Medan melalui tracing dan testing. Setiap yang ingin masuk Kota Medan, tegas Bobby. wajib di swab antigen atau membawa surat telah melakukan rapid antigen jika memiliki kepentingan di dalam Kota Medan.

“Jika tidak terlalu penting dan tidak mau di swab, mereka akan disuruh putar balik. Kita harus tegas, jangan tanggung-tanggung. Masyarakat sudah banyak yang mengeluh jangan sampai hasilnya tidak ada. Bukan hanya penyekatan di darat, Pemko Medan juga akan melakukan pembatasan masuk ke Kota Medan melalui pelabuhan di Belawan. Ada 470 kapal yang masuk ke Kota Medan, tidak hanya cukup di cek suhu tubuh saja tetapi juga harus di swab antigen. Kalau ada yang reaktif jangan diperbolehkan turun biar dia di kapal dan menunggu langkah selanjutnya,” tegas Bobby Nasution.

Direktur Eksekutif Suluh Muda Indonesia (SMII) Kristian Redison Simarmata sangat mendukung penuh upaya yang dilakukan Bobby Nasution dalam  menekan penyebaran Covid-19. Redison menilai, langkah yang dilakukan Bobby nasution sudah tepat, efektif dan efisien sekaligus sebagai bukti komitmen kuat untukl menkan Covid-19. Redison berharap agar tempat isoter ini dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya serta evaluasi dan monitoring dalam pelaksanaannya juga dilaksanakan dengan baik dan benar.

“Jangan  sampai terjadi kekurangan alat kesehatan dan obat. Disamping itu juga tunjangan bagi para tenaga kesehatan harus diperhatikan. Selain itu, Wali Kota juga harus intensif melakukan sosialisasi, pendataan serta vaksinasi sampai ke level kecamatan dengan memanfaatkan puskesmas, kepala lingkungan (kepling) dan juga infrastruktur pemerintahnya sehingga semua proses vaksinasi di Kota Medan dapat tercapai targetnya,” ungkap Redison.

Kemudian, Redison juga mengapresiasi langkah yang dilakukan Bobby Nasution dengan menerapkan isolasi lingkungan juga sudah benar. Ia menilai pemberlakuan isolasi secara mikro ini bagus dengan mempersempit pengawasan sehingga evaluasi dan monitoring bahkan pengawasan bisa lebih efektif dan efisien. “Saya pikir langkah Wali Kota sudah lebih maju dari pada yang lalu-lalu dan dilakukan secara gradual. Kemudian pendataan dan pelaksanaan distribusi bantuan kepada warga yang sedang melakukan isolasi harus benar-benar tepat sasaran sehingga tidak ada gejolak di masyarakat dengan kondisi psikologis yang sudah sangat lama tertekan karena pandemi,” sarannya.

Ungkapan senada disampaikan Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga MD KAHMI Medan sekaligus Dosen Fakultas Kedokteran USU dr  Muhammad Fauzi Siregar Sp Onk Rad . Dikatakannya, langkah yang dilakukan Bobby Nasution sudah sangat baik. Diungkapkannya, berdasarkan pegalam yang ada seperti yang terjadi di Pulau Jawa, tingkat kematian pasien Covid-19 meningkat disinyalir salah satu penyebabnya adalah banyaknya pasien yang melakukan isolasi mandiri (isoman) tidak terpantau jadi saat kondisi badannya buruk, mereka tidak dapat tertolong. Oleh karena itu, langkah Wali Kota dalam menyediakan 2 tempat isoter yakni Gedung P4TK dan Eks Hotel Soechi sangat baik. Apalagi, imbuhnya, warga yang melakukan isolasi di tempat tersebut dapat di pantau oleh petugas kesehatan dengan koordinasi yang baik dan maksimal.

“Tentunya penyediaan isoter ini sangat efektif dan harus dimaksimalkan dengan sebaik-baiknya. Meskipun begitu, bagi warga yang ingin melakukan isoman di rumahnya yang memadai bagi bergejala ringan atau OTG juga harus diperhatikan. Pemko Medan dapat menyediakan call center yang terhubung ke petugas kesehatan atau dokter. Jadi melalui call center tersebut mereka dapat berkonsultasi baik via whatsapp atau telepon. Sehingga jika kondisi tubuh mereka memburuk,  langsung dapat menghubungi call center dan langsung dianjurkan untuk ke rumah sakit. Baik isolasi di rumah dengan tempat yang memadai ataupun isolasi di isoter, kedua tempat ini harus lebih dimaksimalkan,” ungkap Fauzi.

Dalam menanggulangi Covid-19 ini, Fauzi berharap agar  Pemko Medan dapat melibatkan unsur masyarakat. Artinya, selama ini ada orang yang enggan memeriksakan dirinya jika mengalami salah satu gejala maupun tidak mau mentaati prokes, tapi  dengan melibatkan tokoh masyarakat serta tokoh agama, warga yang bersangkutan  dapat lebih mudah memahaminya sehingga akhirnya mengikutinya.

“Banyak organisasi masyarakat yang mau ikut serta dalam membantu warga yang isoman. Seperti organisasi KAHMI Medan ini, kami membantu warga yang melakukan isoman di rumah dan mereka dapat menghubungi para dokter yang ada terkait dengan keluhan yang dialami. Pemko Medan harus lebih memaksimalkan kerjasama ke semua pihak,  sebab banyak organisasi yang mau ikut membantu dalam meringankan beban Pemko Medan,” pungkasnya.(Sr)

Komentar