oleh

PERUBAHAN SOSIAL DAN BUDAYA MASYARAKAT SEBAGAI AKIBAT PANDEMI COVID-19

-Sosial-23 views

(klikmedan.id). – Pandemi virus corona (Covid-19) kini menjadi realitas sosial yang harus dihadapi masyarakat dunia, khususnya Indonesia. Dampak wabah virus corona ini menciptakan kematian (death), penyakit (disease), kekurangnyamanan (discomfort), kekurang-puasan (dissatisfication), dan kemelaratan (destitusion). Oleh karena itulah untuk menanggulangi wabah virus corona tidak hanya dilakukan dengan intervensi dibidang kesehatan saja, tetapi harus dilakukan secara terpadu (lintas sektoral). Tentu hal yang kini sudah dilakukan oleh para peneliti diberbagai dunia, yaitu melakukan etiologi atau penelitian untuk mengetahui sebab dan muasal secara pasti virus corona. Selain etiologi, tindakan pengobatan (curing) dan perawatan (caring) pada pasien yang diduga dan terjangkit virus corona dilakukan dengan serius. Namun tidak hanya etiologi, curing, dan caring saja yang harus dilakukan, proses intervensi sosial juga perlu dilakukan. Hal ini sebagai upaya penanganan secara lintas sektoral.

Setelah pemerintah menerapkan Lockdown dan kemudian masyarakat turut menjalani kehidupan di era normal baru atau new normal, sudah pasti masyarakat mengalami banyak perubahan dari sosial maupun budayanya. Dalam hal ini perubahan dalam hal interaksi dan kebiasaan baru bagi masyarakat. Hal ini menjadi bentuk nyata bahwa pandemi Covid-19 menyebabkan terjadi perubahan dari segi sosial dan budaya masyarakat. Sebagai contoh masyarakat yang sebelumnya tidak menggunakan masker saat beraktivitas, saat ini diwajibkan untuk menggunakannya, sebagai salah satu upaya pemerintah untuk menekan angka pertambahan penularan virus corona (Covid-19).

Pandemi COVID-19 telah merubah berbagai aspek dalam kehidupan keseharian masyarakat. Berawal dari kecemasan dan rasa tidak aman yang dialami sebagian besar dari masyarakat harus bisa disikapi dengan rasional agar dapat bertahan hidup dan juga membantu orang lain bertahan. Harus diakui bahwa dampak pandemi Covid-19 telah memaksa masyarakat harus adaptif terhadap berbagai bentuk perubahan sosial yang diakibatnya. Masa pra-pandemi, kini harus di paksa untuk disesuaikan dengan standar protokol kesehatan. Sebab pandemi Covid-19 telah mengubah seluruh aspek tatanan kehidupan masyarakat yang selama ini telah diinternalisasi secara terlembaga melalui rutinitas yang terpola dan berulang.

Dengan ini pemerintah turut memberikan anjuran kepada masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan bagi masyarakat dalam menjalankan kembali aktifitasnya di masa new normal seperti menjaga jarak (Social Distancing), menggunakan masker, rajin mencuci tangan, mencuci bersih benda-benda, sayuran, dan buah-buahan dengan bersih sebelum digunakan/dikonsumsi dan tetap menjaga kebersihan badan dan lingkungan. Saat ini pemerintah juga tetap membatasi masyarakat dalam aktivitas diluar rumah, termasuk di pusat perbelanjaan, tempat makan, dan tempat-tempat yang memungkinkan terjadinya kerumunan. Aktivitas di sektor pendidikan juga turut dilaksanaka secara daring hingga tahun 2021 yang artinya siswa, mahasiswa dan peserta didik serta pendidik dan tenaga pendidik tetap melangsungkan proses pembelajaran melalui jaringan (Online). Perpanjangan masa pembelajaran daring dilakukan karena pemerintah merasa kondisi ini belum benar-benar tuntas.

Salah satu kebiasaan yang tampak perubahannya sejak adanya pandemi Covid-19 ini yaitu, masyarakat saat ini lebih memilih berbelanja memalui online shop di E-Commerce dan juga menggunakan sistem antar. Kini masyarakat banyak beralih ke toko online shop karena memudahkan konsumen dan banyak keuntungan yang di dapat dari konsumen tersebut. Masyarakat memilih metode ini dengan harapan dapat meminimalisir interaksi masyarakat yang dapat menyebabkan kerumunan. Dengan pemanfaatan tersebut semoga penyebaran Covid-19 dapat segera mereda, dan bahkan menghilang dari dunia.
Jadi dengan mengikuti anjuran pemerintah juga kita lakukan sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19. Jadi dengan kebiasaan baru ini, diharapkan ada dampak positif yang didapatkan sehingga masyarakat lebih peduli terhadap diri sendiri dan lingkungan.

(Penulis: Arinda Pramail Shella)

Sumber : https://www.insertlive.com/hot-gossip/20201111103119-7-172769/survei-ungkap-banyak-orang-tak-sadar-bahaya-otg-covid-19

Komentar

News Feed