Ini Pesan Bobby Nasution Dalam Raker Komwil I Apeksi

MEDAN – Kerja sama yang erat dan sinergi antarpemerintah daerah bisa menghadirkan inovasi yang dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, memajukan sektor ekonomi lokal, serta menjaga kelestarian lingkungan.

Demikian disampaikan Wali Kota Medan Bobby Nasution selaku Ketua Komisariat Wilayah (Komwil) I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) dalam Rapat Kerja Komwil I, Jumat (3/5) di Ballroom Hotel Pangeran, Pekanbaru. Hadir dalam perhelatan ini antara lain
Pj Gubenur Riau S.F. Hariyanto dan Direktur Eksekutif Apeksi, Alwis Rustam, segenap wali kota Komwil I Apeksi, termasuk Wali Kota Medan Bobby Nasution yang diwakili Wakil Wali Kota H. Aulia Rachman.

“Kita memiliki tanggung jawab besar untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik, efektif, dan transparan demi kesejahteraan masyarakat,” sebut Bobby Nasution melalui sambutan tertulis yang dibacakan Wali Kota Binjai, H. Amir Hamzah selaku Wakil Ketua III Komwil I Apeksi.

Dalam Raker yang dibuka Mendagri Tito Karnavian diwakili Wakil Rektor (Warek) Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Bidang Hukum, Kerjasama, dan Kepegawaian Suhajar Diantoro, Bobby Nasution menekankan, pemimpin kota harus terus memajukan kota demi kesejahteraan dan kemajuan masyarakat.

Dia mengajak peserta Raker merupakan wali kota yang tergabung dalam Komwil I Apeksi itu menjadikan rapat kerja ini sebagai momentum untuk merenung, berdiskusi dan menyusun langkah-langkah strategis yang akan membawa kota yang dipimpin menuju arah yang lebih baik.

Untuk mewujudkan hal itu, Bobby Nasution menyampaikan tiga pesan. Pertama-tama, urainya, upaya untuk terus memajukan kota masing-masing memerlukan visi yang jelas dan komitmen yang kuat.

“Visi yang jelas akan menjadi panduan bagi kita dalam menetapkan prioritas-prioritas pembangunan yang harus diutamakan, sedangkan komitmen yang kuat akan menjadi motor penggerak bagi kita untuk terus berusaha dan berinovasi dalam mewujudkan visi tersebut,” sebutnya .

Kedua, lanjutnya, mengutamakan partisipasi aktif masyarakat dalam proses pembangunan. Dia menyebutkan masyarakat adalah subjek utama pembangunan dan partisipasi mereka sangatlah penting dalam menentukan keberhasilan sebuah program atau kebijakan pembangunan. Karena itu, tambahnya, mekanisme-mekanisme partisipasi publik yang inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat harus terus dikembangkan.

“Ketiga, kita harus terus mendorong inovasi dan kreativitas dalam pembangunan kota. Perubahan zaman dan tuntutan masyarakat yang semakin kompleks menuntut kita untuk terus berinovasi dalam menyusun solusi-solusi yang tepat dan efektif,” ucapnya seraya mendorong Wali Kota Komwil I Apeksi terbuka terhadap gagasan-gagasan baru, baik dari dalam maupun dari luar pemerintahan dan memberikan dukungan yang kuat bagi upaya inovasi yang dilakukan masyarakat.

Sebelum membuka Rakerwil, Wakil Rektor IPDN Bidang Hukum, Kerjasama dan Kepegawaian Suhajar Diantoro
menekankan besarnya peran kota dalam perekonomian Indonesia.

“Kontribusi kota terhadap perekonomian Indonesia sebesar 42,4 persen,” sebutnya.

Besarnya kontribusi kota ini, jelasnya, manfaat dari otonomi daerah (otda).

Hal ini, sebutnya, sejalan dengan tiga azas ekonomi yakni desentralisasi, dekonsentrasi, dan tugas pembangunan. (Ucok).

Komentar