Perkuat Pendampingan UMKM, Langkah Bobby Nasution Atasi Kemiskinan dan Stunting

klikmedan.id || Medan
Empati dan rasa kepedulian Wali Kota Medan Bobby Nasution terhadap pelaku UMKM cukup tinggi dan berharap agar penggiat UMKM bangkit, terutama di tengah pandemi Covid-19 saat ini. Jika UMKM bangkit,  perekonomian masyarakat akan berdenyut dan bergeliat. Salah satu bukti kepeduliannya dengan memberikan bantuan kepada Awin (43), salah seorang pelaku UMKM yang bergerak di bidang pengolahan ikan.

Melalui OPD terkait, orang nomor satu di Pemko Medan ini menginstruksikan untuk memberikan bantuan berupa mesin pemisah tulang ikan bagi pelaku UMKM yang bermukim di kawasan Kelurahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan tersebut. Sontak, rasa bahagia pun dirasakan Awin atas bantuan yang diberikan tersebut. Sebab,  bantuan mesin pemisah tulang sangat membantunya dalam menjalankan sekaligus meningkatkan hasil usahanya.

Selain agar naik kelas, Bobby terus memperkuat pendampingan terhadap pelaku UMKM juga sebagai upaya antisipasi kemiskinan dan stunting. Sebab, bilang Bobby Nasution, banyak faktor yang mendorong terjadinya stunting salah satunya karena faktor ekonomi sehingga kurangnya asupan gizi terutama pada 1.000 hari kehidupan sang anak.

“Terjadinya stunting juga dipengaruhi karena berbagai faktor, tidak hanya secara medis tapi juga sisi perekonomian keluarga. Untuk itu saya minta seluruh OPD terkait untuk bisa berperan membantu keluarga untuk meningkatkan perekonomian mereka. Dengan begitu, mereka dapat memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk ketersediaan asupan gizi bagi ibu dan calon anak. Sebab, stunting ini harus dicegah dari masa kehamilan,” kata Bobby Nasution baru-baru ini.

Sementara itu, Awin (43) menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Bobby Nasution atas kepeduliannya kepada pelaku UMKM, terutama dirinya. Sebab, aku Awin, selama 11 tahun menjalankan usaha tidak pernah tersentuh bantuan sama sekali. Kini, bantuan mesin pemisah tulang ikan sangat membantunya menaikkan produktifitas pengolahan.

“Selama ini saya hanya mendengar dan melihat pelaku usaha mendapatkan bantuan. Tapi, alhamdulillah, di masa kepemimpinan Pak Bobby sebagai Wali Kota Medan, saya akhirnya bisa mendapatkan bantuan mesin pemisah tulang ikan yang selama ini sangat dibutuhkan sekali,” ungkap Awin bahagia.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (FE USU) Wahyu Ario Pratomo menilai, kepedulian Bobby Nasution terhadap UMKM dengan memberikan bantuan, terutama pasca pandemi Covid-19 merupakan langkah yang sangat baik dan diapresiasi. Sebab, UMKM merupakan usaha yang paling banyak dijalankan oleh masyarakat Indonesia, khususnya di Kota Medan. Jumlah UMKM berkisar 99,0% dari total usaha yang ada.  Artinya, jika pemerintah mengambil kebijakan yang membantu UMKM, tentunya akan memberikan dampak besar bagi pertumbuhan perekonomian di ibu kota Provinsi Sumatera Utara ini.

“Tentunya, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi lagi, diperlukan upaya peningkatan sisi produksi. UMKM diberikan bantuan untuk menghidupkan kembali kegiatan produksinya, karena selama pandemi, keuangan usaha mereka juga tergerus untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Untuk itu, pemerintah berkewajiban untuk menolong UMKM agar sebagian besar pelaku usaha, khususnya UMKM dapat kembali berproduksi dan meningkatkan kesejahteraannya,” bilang Wahyu.

Untuk itu, Wahyu berharap, bantuan yang diberikan kepada UMKM Kota Medan harus dilaksanakan secara adil dan tepat sasaran. Sebab, selama ini, banyak dijumpai UMKM yang dibantu adalah UMKM yang itu-itu saja. Hal ini terjadi karena tidak tersusunnya dengan baik database UMKM Kota Medan.

“Bantuan yang diperlukan oleh UMKM juga harus tepat sasaran atau yang benar-benar dibutuhkan. Misalnya, saat ini produk UMKM tidak dapat dijual ke supermarket ataupun convenience store, karena tidak memiliki izin PRT dan MUI. Pemerintah bisa memberikan bantuan bagi UMKM agar syarat-syarat yang dapat menghambat pemasaran produk UMKM tidak menjadi persoalan,” ujarnya menyarankan.(Sr)

Komentar