Warga Medan Perjuangan Antusias Ikuti Pelatihan Tenun

Medan ||  Sebanyak 19 peserta dari Kecamatan Medan Perjuangan antusias mengikuti Pelatihan Tenun yang digelar Pemko Medan melalui Dinas Perindustrian sejak 13 September lalu. Pelatihan di aula kantor kecamatan mulai pagi hingga sore ini dijadwalkan berakhir 12 Oktober mendatang Selain menyediakan peralatan tenun, penyelenggara juga mendatangkan dua penenun berpengalaman dari Kabupaten Batubara untuk melatih para peserta.

Salah seorang peserta, Sri Nila, saat ditemui di sela-sela pelatihan Rabu (5/10) mengaku sangat senang bisa mendapat pelatihan menenun ini. “Sampai sekarang kami sudah menyelesaikan satu kain songket Melayu ukuran 2 meter,” ucap Sri Nila.

Sri Nila mengatakan, songket itu hasil kerja tim. Satu tim, lanjutnya, terdiri dari dua peserta dengan menggunakan satu peralatan tenun.
“Teman saya satu tim sudah agak bisa menenun karena memang dia sudah pernah juga ikut pelatihan tenun. Mungkin karena itu tim kami lebih cepat menyiapkan satu kain songket ini,” sebutnya seraya memamerkan songket tenunannya.

Peserta tampak begitu antusias mengikuti pelatihan ini. Mereka tidak segan-segan bertanya kepada pelatih, Ainun dan Eva Dewi, yang berasal dari Kabupaten Batubara itu.
“Awalnya memang sulit. Tapi kalau kita sabar dan serius, dapat celahnya, ya bisa jadinya,” ujar salah seorang peserta, Yuni.

Dia mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Pemko Medan atas pelaksanaan pelatihan ini. “Kita yang dulunya nggak bisa menenun, seraya mulai bisa,” sebutnya.

Pelatihan tenun merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan Medan sebagai Kota ekonomi kreatif dan inovatif yang berbasis pada penguatan human capital, teknologi digital dan sosial budaya.

Kabid Pembangunan Sumber Daya Industri Dinas Perindustrian Kota Medan Linda Mora mengatakan, pelatihan ini diharapkan melahirkan kembali para pelaku industri kecil menengah bidang tenun yang terampil kreatif dan inovatif.-(Sr)

Komentar