Netty Yuniaty Minta Pemko Medan segera Atasi Keresahaan Warga soal Tawuran di Kelurahan Bantan

MEDAN || Anggota DPRD Medan Hj Netty Yuniaty Siregar (Partai Gerindra)  menerima keluhan terkait keresahan warga terkait seringnya aksi tawuran remaja di lingkungan penduduk.

“Belakangan sering tawuran antar kelompok remaja di Kelurahan Bantan, anak anak usia dari 10 hingga 20 tahun sudah terlibat tawuran,” keluh Indra selaku Kepala Lingkungan (Kepling) 9 Kelurahan Bantan.

Disampaikan Indra, biasanya tawuran berlangsung tengah malam hingga subuh yang melibatkan anak anak. “Hampir setiap malam minggu selalu ada anak anak yang ribut. Massa juga datang dari luar Kelurahan,” sebut Indra seraya menyebut pihaknya sudah mendirikan Posko.

Masih terkait masalah kenakalan remaja, tokoh masyarakat Rasidi Hasibuan menyebutkan saat ini banyak remaja pengangguran dan memiliki bakat namun tidak terarah. “Para pemuda sulit mengembangkan bakat karena minimnya sarana dan prasarana. Hal ini yang perlu diperhatikan Pemko dan DPRD Medan,” pinta Rasidi.

Untuk itu, Rasidi menyarankan agar Pemko Medan menyediakan pendidikan non formal atau pelatihan kerja bagi remaja pengangguran guna mendapatkan ketrampilan.

“Pemko Medan kiranya harus respon memperhatikan saat ini banyak usia produktif tapi tidak bisa menyalurkan bakat karena minim ketrampilan,” tandas Rasidi.

Selain keluhan soal tawuran, masalah infrastruktur juga disuarakan warga. Seperti aspirasi yang disampikan Zulkifli Hasibuan terkait kondisi banjir di Jl Mesjid Gg Bersama lingkungan 9.

Menurut Zulkifli, setiap turun hujan rumah warga kerap kebanjiran. Hal itu disebabkan parit tidak berfungsi dipadati sampah dan lumpur. Zulkifli berharap agar dilakukan pelebaran serta normalisasi parit.

Menyikapi keluhan warga terkait tawuran, anggota DPRD Medan Hj Netty Yuniaty Siregar minta semua pihak agar tetap peduli menjaga suasana kondusif.

“Kendati pihak Kelurahan sudah mendirikan Posko untuk mencegah tawuran. Itu tidak akan maksimal jika orang tua tidak peduli mengawasi anak anaknya. Tolong lah para orang tua terus mengawasi anak anaknya jangan keluar rumah tengah malam,” ujar Netty.

Menurut Netty, peran orang tua paling pokok mengawasi anak anaknya sehingga tidak terjerumus hal hal negatif. Kepada pihak Kelurahan dan Kepling, Netty mendorong agar terus berkordinasi dengan pihak Kepolisian menjaga keamanan.

Begitu juga kepada tokoh agama dan masyarakat supaya terus dilibatkan mengantisipasi terjadi tawuran berikutnya. “Memang semua ini sangat berkaitan dengan kondisi ekonomi yang lemah,” papar Netty.

Diakhir reses, Netty menyampaikan seluruh aspirasi akan ditampung dan disampaikan ke Pemko Medan. Dengan harapan Pemko Medan dapat menindaklanjuti dengan prioritas. “Kita minta Kepling dan Lurah bergerak cepat bila ada keluhan warga,” tandas Netty asal dapil III yang meliputi Kecamatan Medan Tembung, Medan Perjuangan dan Medan Timur.-(amr/ws)

Komentar